SRI INTAN
Hallo friends around the world! blog
saya kali ini adalah tentang Linguistik. Silah kan dibaca yaa, semoga
bermanfaat ilmunyaa 🤗
A. Pengertian Linguistik
Kata
linguistik berasal dari bahasa latin lingua yang berarti
’bahasa’. Linguistik adalah ilmu tentang bahasa atau ilmu yang menjadikan
bahasa sebagai objek kajiannya. Dalam bahasa Perancis ada tiga istilah untuk
menyebut bahasa yaitu:
·
Langue: suatu bahasa tertentu.
·
Langage: bahasa secara umum.
·
Parole: bahasa dalam wujud yang nyata
yaitu berupa ujaran.
Ilmu linguistik sering juga
disebut linguistik umum (general linguistics). Artinya, ilmu
linguistik tidak hanya mengkaji sebuah bahasa saja, melainkan mengkaji seluk
beluk bahasa pada umumnya, yang dalam peristilahan Perancis disebut langage.
Pakar linguistik disebut linguis. Bapak Linguistik modern adalah Ferdinand de
Saussure (1857-1913). Bukunya tentang bahasa berjudul Course de
Linguistique Generale yang diterbitkan pertama kali tahun 1916.
Dalam
dunia keilmuan, tidak hanya linguistik saja yang mengambil bahasa sebagai objek
kajiannya. Ilmu atau disiplin lain yang juga mengkaji bahasa diantaranya: ilmu
susastra, ilmu sosial (sosiologi), psikologi, dan fisika. Yang membedakan
linguistik dengan ilmu-ilmu tersebut adalah pendekatan terhadap objek kajiannya
yaitu bahasa. Ilmu susastra mendekati bahasa sebagai wadah seni. Ilmu sosial
mendekati dan memandang bahasa sebagai alat interaksi sosial di dalam
masyarakat. Psikologi mendekati dan memandang bahasa sebagai pelahiran
kejiwaan. Fisika mendekati dan memandang bahasa sebagai fenomena alam.
Sedangkan linguistik mendekati dan memandang bahasa sebagai bahasa atau wujud
bahasa itu sendiri.
Keilmiahan Linguistik
Pada
dasarnya, setiap ilmu termasuk linguistik mengalami tiga tahap perkembangan
yaitu:
Tahap pertama, yakni tahap spekulasi. Dalam tahap ini
pembicaraan mengenai sesuatu dan cara mengambil kesimpulan dilakukan dengan
spekulatif. Artinya, kesimpulan itu dibuat tanpa didukung oleh bukti-bukti
empiris dan dilakukan tanpa menggunakan prosedur-prosedur tertentu. Dalam studi
bahasa dulu orang mengira bahwa semua bahasa di dunia diturunkan dari bahasa
Ibrani, Adam dan Hawa memakai bahasa Ibrani di Taman Firdaus, dan Tuhan
berbicara dalam bahasa Swedia. Semuanya itu hanyalah spekulasi yang pada zaman
sekarang sukar diterima.
Tahap kedua, yakni tahap observasi dan klasifikasi. Pada
tahap ini para ahli bahasa baru mengumpulkan dan menggolongkan segala fakta
bahasa dengan teliti tanpa memberi teori atau membuat kesimpulan.
Tahap ketiga, yakni tahap perumusan teori. Pada tahap ini
setiap disiplin ilmu berusaha memahami masalah-masalah dasar dan mengajukan
pertanyaan-pertanyaan mengenai masalah-masalah itu berdasarkan data yang
dikumpulkan. Kemudian dirumuskan hipotesis yang berusaha menjawab
pertanyaan-pertanyaan itu, dan menyusun tes untuk menguji hipotesis terhadap
fakta yang ada.
Linguistik telah mengalami tiga tahapan tersebut sehingga dapat dikatakan
linguistik merupakan kegiatan ilmiah.
B. Subdisiplin Linguistik
Subdisiplin linguistik dapat dikelompokkan berdasarkan:
- objek kajiannya adalah bahasa pada umumnya
atau bahasa tertentu,
- objek kajiannya adalah bahasa pada masa
tertentu atau bahasa sepanjang masa,
- objek kajiannya adalah struktur internal
bahasa itu atau bahasa itu dalam kaitannya dengan berbagai faktor di luar
bahasa,
- tujuan pengkajiannya apakah untuk keperluan
teori atau untuk terapan, dan
- teori atau aliran yang digunakan untuk
menganalisis objeknya.
Berdasarkan Objek Kajiannya, Apakah Bahasa pada Umumnya atau Bahasa
Tertentu
Berdasarkan
objek kajiannya, apakah bahasa pada umumnya atau bahasa tertentu linguistik
dapat dibedakan menjadi linguistik umum dan linguistik khusus. Linguistik umum
adalah linguistik yang berusaha mengkaji kaidah-kaidah bahasa secara umum.
Linguistik khusus berusaha mengkaji kaidah bahasa yang berlaku pada bahasa
tertentu.
Berdasarkan Objek Kajiannya, Apakah Bahasa pada Masa Tertentu atau Bahasa
Sepanjang Masa
Berdasarkan
objek kajiannya, apakah bahasa pada umumnya atau bahasa tertentu linguistik
dapat dibedakan adanya linguistik sinkronik (linguistik deskriptif) dan
linguistik diakronik (linguistik historis komparatif). Linguistik sinkronik
mengkaji bahasa pada masa tertentu.
Misalnya, mengkaji bahasa
Indonesia pada tahun dua puluhan atau mengkaji bahasa Inggris pada zaman
William Shakespeare. Linguistik diakronik berupaya mengkaji bahasa pada masa
yang tidak terbatas; bisa sejak awal kelahiran bahasa itu sampai masa sekarang.
Tujuan linguistik diakronik adalah untuk mengetahui sejarah struktural bahasa
itu dengan segala bentuk perubahan dan perkembangannya.
Berdasarkan Objek Kajiannya adalah Struktur Internal Bahasa itu atau
Bahasa itu dalam Kaitannya dengan Berbagai Faktor di Luar Bahasa
Berdasarkan
objek kajiannya, apakah bahasa pada umumnya atau bahasa tertentu linguistik
dapat dibedakan menjadi linguistik mikro (mikrolinguistik) dan linguistik makro
(makrolinguistik). Linguistik mikro mengarahkan kajiannya pada struktur
internal bahasa. Dalam linguistik mikro ada beberapa subdisiplin yaitu:
- teori atau aliran yang digunakan untuk
menganalisis objeknya.
·
Morfologi:
menyelidiki tentang morfem.
- Sintaksis: menyelidiki
tentang satuan-satuan kata.
- Semantik: menyelidiki
makna bahasa.
- Leksikologi:
menyelidiki leksikon atau kosakata.
Linguistik
makro menyelidiki bahasa dalam kaitannya dengan faktor-faktor di luar bahasa.
Subdisiplin-subdisiplin linguistik makro antara lain:
· Sosiolinguistik: mempelajari bahasa dalam hubungan pemakaian di
masyarakat.
· Psikolinguistik: mempelajari hubungan bahasa dengan perilaku dana kal budi
manusia.
· Antropolinguistik: mempelajari hubungan bahasa dengan budaya.
· Filsafat bahasa: mempelajari kodrat hakiki dan kedudukan bahasa sebagai
kegiatan manusia.
· Stilistika: mempelajari bahasa dalam karya sastra.
· Filologi: mempelajari bahasa, kebudayaan, pranata, dan sejarah suatu bangsa
sebagaimana terdapat dalam bahan tertulis.
· Dialektologi: mempelajari batas-batas dialek dan bahasa dalam suatu
wilayah.
Berdasarkan Tujuan Pengkajiannya Apakah
untuk Keperluan Teori atau Untuk Terapan
Berdasarkan
objek kajiannya, apakah bahasa pada umumnya atau bahasa tertentu linguistik
dapat dibedakan menjadi linguistik teoritis dan linguistik terapan. Linguistik
teoritis berusaha mengadakan penyelidikan bahasa hanya untuk menemukan
kaidah-kaidah yang berlaku dalam objek kajiannya itu. Jadi, kegiatannya hanya
untuk kepentingan teori belaka. Linguistik terapan berusaha mengadakan
penyelidikan bahasa untuk kepentingan memecahkan masala-masalah praktis yang
terdapat dalam masyarakat. Misalnya, untuk pengajaran bahasa, penyusunan kamus,
dan pemahaman karya sastra.
Berdasarkan Teori atau Aliran yang Digunakan untuk Menganalisis Objeknya
Berdasarkan objek kajiannya, apakah bahasa pada umumnya atau bahasa tertentu
linguistik dapat dibedakan menjadi tradisional, linguistik struktural,
linguistik tranformasional, linguistik generatif semantik, linguistik
relasional, dan linguistik sistemik.
C. Manfaat Linguisik
Linguistik memberi manfaat langsung kepada orang yang berkecimpung dalam
kegiatan yang berhubungan dengan bahasa seperti linguis, guru bahasa,
penerjemah, penyusun kamus, penyusun buku teks, dan politikus. Manfaat
linguistik diantaranya:
- Linguis: membantu
menyelesaikan dan melaksanakan tugasnya dalam penyelidikan bahasa.
- Guru bahasa: melatih
dan mengajarkan keterampilan berbahasa.
- Penerjemah: membantu
dalam mendapatkan hasil terjemahan yang baik.
- Penyusun kamus:
membantu dalam menyusun kamus yang lengkap dan baik.
- Penyusun buku teks:
membantu dalam memilih kata dan menyusun kalimat yang tepat.
- Politikus: membantu
dalam aktivitasnya berkomunikasi dengan orang banyak.
Sekian dulu
blog dari saya yaa, kalau ada yang kurang mohon dimaafkan mungkin bisa cari
kekurangannya di blog-blog yang lain huehehe ✌🏽